Siapa yang pernah lihat status berikut di medsos?
Beneran memancing reaksi kita yah. Bawaannya pengen nge-like, komentar, atau bagikan. Tuh liat aja jumlah komentar, like, dan share-nya, ribuan! Tapi mas bro, kalo kamu pernah nge-like, komentar, atau membagikan status-status seperti itu, percayalah: kamu udah dikibulin.


Kalo aku nggak salah, status-status itu adalah salah satu teknik pemasaran viral. Apa itu pemasaran viral? Yang aku dapat dari thinkdigital.com, viral marketing adalah sebuah strategi pemasaran yang menggunakan social media untuk meningkatkan brand awareness sebuah produk/ perusahaan demi mencapai target yang telah ditentukan. Viral marketing bekerja seperi virus, mudah menyebar dari satu orang ke orang lain dalam waktu yang cepat. Viral marketing is all about business orientation.
Dengan kamu nge-like, komentar, apalagi membagikan status itu, artinya kamu ikut menyebarkan status dan halaman/page atau akun pembuat status itu. Lebih jauh lagi, dengan menyebarnya konten-konten dari halaman itu, maka potensi untuk bertambahnya jumlah like akan makin tinggi. Halaman yang punya like banyak, bisa dijual dengan harga selangit. Atau, pemilik halaman bisa memanfaatkan untuk memasarkan produk tertentu. Dengan cakupan yang makin luas, pemasaran jadi makin gampang toh?

Konten-konten viral marketing memang sengaja dibuat semenarik mungkin. Bahkan juga banyak yang mendompleng nama-nama tenar yang belum tentu kebenarannya. Tujuannya supaya setiap orang yang baca, lihat, langsung kasih komentar, klik suka, atau bahkan membagikan.

Pertanyaannya, apakah strategi viral marketing harus dengan (maaf) membodohi orang lain?

Kenapa aku berani bilang itu membodohi?

Jelas donk. Status-status seperti "Coba perhatikan gambar berikut. Lalu ketik angka 1 di komentar. Dan lihat apa yang terjadi" atau "Tuliskan aamiinn di komentar. Semoga Allah mengabulkan doa kita" atau "1x like = 1000 pahala, 1x aamiinn = 10.000 pahala", apa itu nggak membodohi?

Gimana mungkin pengetikan sebuah karakter di kolom komentar akan mempengaruhi gambar yang ada di status? Tapi herannya, ribuan komentar dan like membanjiri status itu. Ini jadi bukti, kita belum cerdas berinternet.

Kadang gambar yang ditampilkan juga tidak selayaknya jadi konsumsi publik

Untuk yang aamiin, okelah kita boleh ikut mendoakan. Karena biasanya yang ada di status seperti itu adalah sesuatu yang memang layak untuk diberi kiriman doa. Tapi yang jadi masalah adalah, apakah ucapan aamiin itu harus dikirimkan via komentar? Dan apakah memang 1 kali berucap aamiinn akan bernilai 10000 pahala dan 1 kali like bernilai 1000 pahala? Jadi yang menentukan jumlah pahala disini adalah yang bikin status?

Sekali lagi, ini jadi bukti bahwa kita sebagai pengguna internet, belum bisa dibilang cerdas. Kita masih gampang dikibulin. Dan malangnya, banyak orang-orang "pintar" disana yang memanfaatkan kepolosan kita itu untuk kepentingan tertentu yang kita nggak tau.

Makanya, yuk kita mulai cerdas berinternet. Nggak usah gampang percaya dan tertarik sama yang begitu. Kalo emang mau kirim doa, doa aja yang bener. Insyaallah langsung didenger, nggak perlu kirim komentar di medsos.

Buat para penggiat pemasaran online, yang biasa pake trik viral, apa nggak ada cara yang lebih ganteng?

Gimana menurut kamu?