Itu judulnya retoris banget yah. Hihihi..
Biarin, emang maksudnya untuk menghimbau kok :D

Aku, termasuk orang yang masih setia memanfaatkan media sosial. Facebook, twitter, instagram, dan Google+. Satu alasan kenapa aku masih aktif di medsos adalah karena ada banyak sumber informasi yang masih aku butuhkan di medsos. Biasanya memang informasi-informasi akademis sengaja di-post di medsos, oleh beberapa pihak terkait. Di medsos, informasi-informasi itu disampaikan dengan lebih up-to date daripada di website resminya. Ya, aku masih butuh informasi-informasi itu. Maklum, masih mahasiswa :D

Karena terlibat di medsos, interaksi-interaksi dengan sesama pengguna medsos, pastinya aku alami. Interaksi dengan berbagi status atau tweet, berbagi media (foto, video, tautan, dsb), saling berbalas komentar, atau hanya sekedar menjadi silent reader di timeline. Dan nggak jarang, ada aja interaksi yang akhirnya membuat aku sendiri nggak enak hati, kesel, dan segala perasaan kurang enak lainnya. Biasanya karena tindakan dan sikap "teman" di medsos yang agak diluar ekspektasi.

Biasanya kalo udah begitu, satu hal yang aku lakukan adalah "memutuskan pertemanan", atau di medsos dikenal dengan unfriend, unfollow, remove friend, dsb. Aku jahat yah? Nggak kok, aku nggak jahat. Toh "memutuskan pertemanan" di medsos bukan berarti memutuskan pertemanan di dunia nyata kan? Karena kadang karakter seseorang di medsos, nggak sama dengan karakternya di duna nyata. Dan menurut aku fitur seperti unfriend itu dibuat untuk dimanfaatkan. Betul nggak?

Daripada aku tersiksa batin kan ya? Trus bakal memancing konflik. Ya mending kita udahan ajah..

Lagipula, itu hak kita kok. Kan nggak ada paksaan untuk berteman, di medsos pula. Dan faktor lainnya, medsos sekarang kan nggak sekaku dulu. Sekarang kalo misal kita unfriend seseorang, orang itu masih bisa ngeliat feed atau tweet kita. Bahkan dia nggak tau kalo dia udah kita unfriend. Dia mau interaksi sama kita juga masih bisa kok. Jadi sebenernya nggak putus-putus amat kok. Kan bukan di-block.

Nah, beberapa tipe "teman" di medsos yang biasanya aku unfriend adalah:

Ekstrimis
Apa itu ekstrimis? Yang aku maksud dengan ekstrimis adalah orang yang dengan sangat kekeuh mempertahankan ideologi dan pendapatnya, dan dengan sengaja menunjukkannya di medsos. Tipe kyk gini biasanya sulit menerima pendapat orang lain, nggak peduli dia benar atau salah. Misalnya para pendukung kelompok politik tertentu, dengan style garis keras. Kan akunya jadi atut
Kaum 4L4y3rZ
Kalo tipe yang satu ini mah biasanya sejak dia request untuk berteman, udah aku tolak. Hihi. Aku kejam. Dari username aja udah ketauan 4l4y-nya. Kalo nama udah 4l4y, apa yang bakal di-post juga pasti 4l4y semua. Bukan apa-apa, 4qUWh cum4h 4ToEth q3tUl4L4nd 4djj4h.
Tukang Gelar Lapak
Maap yah temen-temen yang suka gelar lapak di medsos. Bukan apa-apa, aku cuma takut ntar pengen. Aku miskin harta soalnyah. Mending kamu bikin page sendiri aja, daripada nyebar iklan di timeline orang. Selain jadi nggak ngganggu dan ngotorin timeline, mudah-mudahan toko kamu bisa jadi lebih berkelas loh.

Alien
Makhluk luar angkasa ini jelas bakal aku unfriend donk. Takut diculik. Hihi.. Nggak lah, yang aku maksud alien adalah orang asing yang nggak dikenal, tapi tau-tau ada di timeline. Kalo ada yang begini, aku biasanya jadi kepo, pengen tau siapa sebenarnya dia. Kalo nggak jelas asal usulnya, aku unfriend deh. Haha

Galauers
Ini nggak jauh beda sama Kaum 4L4y3rZ. Bedanya yang ini suka terlalu sering post segala sesuatu yang sebenarnya nggak perlu dilempar ke publik. Semuanya lebih bersifat pribadi. Kalo ada yang begini, mohon maaf yah aku unfriend dulu, kalo udah berhasil move on, bilang ke aku lagi deh.

SelfieHolic
Mirip dengan Kaum 4L4y3rZ. Hampir tiap menit ganti foto profil. Dan biasanya ini cewek. Kalo begini, aku unfriend yah. Bukan apa-apa, aku cuma takut khilaf, gara-gara ngeliatin timeline penuh dengan foto-foto perempuan dan laki-laki muda berpose begitu.

Pengumpat
Udah jelas donk ya gimana karakternya. Ini agak mirip dengan ekstrimis. Bedanya yang ini lebih karena emosi, bukan ideologi. Segala sesuatu diumpat, bahkan nggak jarang yang diumpat juga baca apa yang dia post. Hmmm..
Nah buat temen-temen yang mungkin punya sifat yang sama kyk aku, suka milih-milih temen di medsos, monggo diikutin juga. Hihi..
Kalo emang ada yang kurang berkenan, silakan di-unfriend aja. Sekali lagi, kita berhak untuk itu. Dan memutuskan pertemanan di medsos, bukan berarti memutuskan pertemanan di dunia nyata juga.

Buat temen-temen yang mungkin pernah aku unfriend, aku mohon maaf yah. Kita tetep temenan kok :-)

Buat kamu yang pengen ngecek siapa aja temen di facebook yang udah unfriend kamu, kamu bisa install extension ini di Google Chrome. Namanya Unfriend Notify for Facebook. Ntar disana ada petunjuk pemakaiannya.

Kamu? Belum pernah aku unfriend kan?

Update!
Karena penasaran oleh beberapa komentar (terutama dari Mas Danni dan Bang Sandy), aku akhirnya coba-coba skenario unfriend ini di Facebook. Dengan akun dummy, aku coba unfriend akun aku sendiri. Coba update status untuk akun dummy dengan metode post to public, dan ternyata di timeline akun aku sendiri status itu nggak muncul. Aku cuma bisa baca status akun dummy itu dengan membuka laman profilnya. Dan lagi, aku cuma bisa share/membagikan kiriman-kiriman disana, nggak bisa komentar, dan nggak bisa like.

Itu artinya, walaupun kiriman sudah kita set post to public, kiriman tidak akan terlihat oleh mereka yang sudah kita unfriend. Dan Hapus Pertemanan atau Unfriend adalah hard method. Kalo mau yang soft method, dalam arti si A yang kita unfriend masih bisa baca kiriman kita di timeline juga share, comment, dan like, cukup kita unfollow. Persis seperti yang dibilang Mas Danni dan Bang Sandy.

Makasih ya buat Mas Danni dan Bang Sandy buat pencerahannya ^_^

avatar icon dari iconfinder.com