Lebaran. Siapa sih umat muslim yang nggak mau ngerayain hari raya yang satu ini. Apalagi Idul Fitri, hari raya Islam yang bisa dibilang paling heboh dan rame. Semua orang punya cara masing-masing untuk menyambut dan merayakan lebaran.

Salah satunya mudik.

Bagi para perantau, mudik jadi cara ampuh untuk melepas rindu, berkumpul bersama sanak saudara di kampung halaman. Nggak peduli harus ngabisin THR, harus desak-desakan di stasiun, harus berjam-jam nunggu boarding yang kadang kena delay juga, yang penting kangennya ilang.

Kamu mudik nggak?

Kalo lagi kumpul-kumpul keluarga gitu, aku suka perhatiin satu hal, naik kelas.

Loh, lebaran kok ada yang naik kelas rif? Bagi rapor gitu?

Bukan. Maksudnya naik kelas dalam keluarga.

Dari waktu ke waktu, lebaran ke lebaran, pasti ada aja anggota keluarga yang naik kelas. Naik kelas dari cucu menjadi paman atau bibi, dan bahkan ayah atau ibu, atau malah kakek atau nenek. Angkatan para cucu naik kelas menjadi ayah atau ibu, angkatan ayah ibu naik kelas menjadi kakek nenek, dan angkatan kakek nenek bisa naik kelas menjadi kakek nenek buyut. Udah paham donk apa yang aku maksud?

Agak absurd yah. Aku malah sebelumnya pengen pake istilah eskalasi level loh. Tapi daripada ntar diprotes om Kutukamus, mending pake istilah yang gaampangan aja deh. Hihi..

Aku, di keluarga aku, boleh dibilang masih di level cucu, terutama di keluarga bapak. Kenapa aku bilang cucu? Kenapa bukan cicit? karena setau aku, begitu aku lahir ke dunia ini, aku taunya kakek, si mbah, atau yai. Nggak ada kakek buyut, si mbah buyut, atau yai buyut. Aku, adik-adik, dan sepupu-sepupu dari keluarga bapak, belum ada yang nikah apalagi sampe punya anak. Jadi kami semua masih pada kelas cucu.

Nah karena bapak termasuk anak pertama, dan aku juga termasuk cucu yang paling tua, kyknya aku yang bakal duluan naik kelas. Jadi ayah. Hihi..

Sedangkan di keluarga ibu, aku udah jadi om loh. Karena udah banyak sepupu-sepupu aku yang nikah dan punya anak. Hmm.. tinggal kapan akunya nyusul naik kelas juga.


Menarik rasanya mengamati perubahan dan transisi itu. Apalagi karena lama nggak ketemu, tau-tau udah pada gede aja. Lebaran kemaren masih jadi cucu, lebaran sekarang udah gandeng pasangan, siapa tau lebaran tahun depan udah gendong dedek bayi. Dan pertanyaan "udah punya pacar belum?" atau "kapan nikah", itu sebenernya adalah pertanyaan ujian, apakah seseorang di kelas cucu udah siap naik kelas menjadi ayah atau ibu. Hihi..

Kamu udah ditanya begitu belum? Atau jangan-jangan udah naik kelas nih..

Apapun itu, dan ada di kelas apapun kamu, aku cuma pengen ngucapin...